Oleh: Pdt. Ayub Abner | Oktober 13, 2008

RELASI DENGAN TUHAN MENENTUKAN KEBERHASILAN RELASI YANG LAIN

( Kejadian 4:1-12)

 

 

Berbicara tentang relasi, maka  banyak orang hanya memahami relasi dalam dua arah yaitu relasi dengan Tuhan dan relasi dengan sesama. Namun dalam bagian firman Tuhan ini, secara khusus dalam menyoroti keberadaan Kain,  kita dapat memahami beberapa arah relasi yang tidak hanya dibatasi oleh kedua relasi di atas. Dimana penulis ingin membuktikan betapa pentingnya relasi dengan Tuhan yang berakibat kepada relasi dengan yang lain.

 

Konteks dari Teks yang kita baca mengkisahkan tentang Kain dan Habel yang mempersembahkan korban kepada Allah, namun kenyataannya persembahan Habel diterima oleh Allah sedangkan persembahan Kain tidak diterima oleh Allah. Alasan persembahan Habel diterima dan Kain ditolak yaitu Masalah Iman sebagaimana yang dipaparlkan dalam  Ibrani 11:4 menjelaskan bahwa  Karena Iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban  yang lebih baik daripada korban Kain…mengapa iman harus menjadi alasan sebuah persembahan diterima ? Paulus dalam surat Roma 14:23 menjelaskan bahwa …segala sesuatu yang tidak berdasarkan  iman, adalah dosa.

Dengan adanya persembahan Kain tidak diterima oleh Allah maka, ini menandakan hubungan antara Kain  kepada  Tuhan tidak baik. Akibat dari hubungan antara  kain kepada Tuhan tidak baik, maka kita akan melihat bahwa akan berakibat kepada hubungan yang lain:

Pertama; Hubungan dengan diri sendiri (ay.6-7). Dalam ayat ini dilukiskan tentang  keadaan Kain ketika pesembahannya tidak diterima oleh Allah yaitu  hatinya panas dan mukanya muram.  Hati yang panas menandakan bahwa tidak ada damai sejahtera dalam hati orang tersebut dan muka  muram menandakan bahwa  tidak ada sukacita  dalam kehidupan orang tersebut.  Padahal  damai  sejahtera dan sukacita merupakan kebutuhan yang penting dalam kehidupan seseorang  yang membuat ia bersemangat dan bergairah dalam menjalani hari-hari hidupnya. Orang yang memiliki kondisi hati dan muka seperti ini adalah orang yang dapat disamakan dengan bom waktu yang siap meletus sewaktu-waktu apabila disentuh. Mengapa demikian sebab  keberadaan orang-orang sseperti ini sangat sensitive untuk melampiaskan kegeramannya  dalam hatinya yang panas dan mukanya yang muram. Maka tidak heran dalam pekerjaan, rumah tangga dll,  seringkali kita menemukan orang-orang tertentu “tidak ada  hujan atau tidak ada angin” tiba-tiba ngomel-ngomel, marah-marah bahkan  menjadi trouble maker. Penyebabnya karena relasinya dengan Tuhan tidak beres. Maka bagi kita yang memiliki relasi yang baik dengan Tuhan, janganlah kita terpengaruh dengan suasana yang ada dan akhirnya terjerumus ke dalamnya, namun sebaliknya kita berdoa kepada Tuhan agar Tuhan merubah teman atau patner kita sehingga dapat menjadi patner yang baik dan kitapun  harus berdoa agar Tuhan terus memberikan kesabaran bagi kita dalam menghadapi suasana tersebut. Bersambung……………


Responses

  1. tq pak bahan ini sangat membantu saya

  2. Sip banget. Blog ini dibuat sangat apik. Pasti perlu kerja keras dan ketekunan luar biasa. Salut dah buat yang mengelolanya. Kerja kerasnya nggak sia-sia karena isinya pun sangat memberkati. Salut, GBU all.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: