Oleh: Pdt. Ayub Abner | Januari 26, 2008

Cara Penyelesaian Masalah Versi Adam dan Hawa

(Kejadian 3:1-24) 

Sebelum Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, kita tidak menemukan bahwa mereka memiliki problem atau masalah dalam hidup mereka, namun setelah mereka jatuh kedalam dosa oleh karena melanggar perintah Tuhan dan taat pada Iblis, maka beberapa problem yang mereka alami yaitu: rasa malu, ketakutan serta keinginan untuk menyembunyikan diri dan kesalahan dihadapan Allah.  Namun Alkitab menjelaskan bahwa Tuhan Allah datang kepada mereka serta memanggil mereka guna menyelesaikan masalah mereka, hal penyelesaian itu dapat kita pahami melalui panggilan Tuhan Yesus kepada Adam; Adam….Adam dimanakah engkau. Pertanyaannya adalah apakah Allah tidak tahu dimana mereka bersembunyi? jawabannya adalah pasti Tuhan Allah Tahu, namun mengapa Tuhan Allah bertanya dengan pertanyaan Dimanakah engkau?  istilah dimanakah…dapat memberi arti bahwa tempat atau posisi Adam dan Hawa  telah berubah atau berpindah dari posisi taat pada Allah berpindah pada posisi taat pada Iblis atau menentang Allah. Dengan demikian panggilan Allah ingin menempatkan agar mereka mengakui tentang posisi keberdosaan mereka dan juga Allah ingin memulihkan mereka dengan membawa mereka kembali kepada posisi atau relasi yang tepat dengan Allah. Namun Adam dan Hawa ketika berdiri dihadapan Tuhan mereka tidak mengakui akan kejatuhan mereka namun mencari “kambing hitam” untuk dipersalahkan. Ketika Tuhan Allah bertanya apakah kalian telah makan buah yang Kularang, maka Adam tidak menjawab dengan jujur dengan kalimat Ya, namun ia menjawab dengan kalimat tuduhan; perempuan yang Kau tempatkan disisiku yang memberi aku makan, jadi bagi Adam yang membuat ia jatuh adalah Perempuan dan juga Tuhan Allah jadi yang bersalah bukan dirinya tetapi Tuhan Allah dan Hawa, jadi bagi Adam dia benar dan yang perlu dipersalahkan dalam kejatuhannya adalah Tuhan Allah dan Hawa. Ketika Hawa menjawab Hawapun menjawab dengan esensi  jawaban yang tidak berbeda dengan Adam yaitu menuduh ular yng menyuruhnya memakan buah itu. Jadi dapatlah disimpulkan bahwa penyelesaian masalah yang dilakukan oleh Adam dan Hawa bukan menyelesaikan masalah, namun yang dilakukan adalah melempar masalah kepada orang lain dan mereka sendiri bersembunyi dibaliknya , dimana merasa seakan-akan tidak bersalah. Namun dihadapan Tuhan semua trik manusia terbuka dihadapan Tuhan, sehingga akibat ketidakjujuran tersebut Allah membiarkan mereka dalam posisi kejatuhan tersebut bahkan ditambahkan dengan kutuk yang harus dipikul oleh Adam dan Hawa baik dalam hal bercocok tanam maupun dalam hal menurunkan keturunan. Apabila kita mengamati Trik seperti ini maka tidak hanya terjadi pada zaman Adam dan Hawa, namun sampai pada saat ini trik mencari kambing hitam masih berlaku dan mungkin terus berlaku selama manusia yang berdosa ini masih tingal didalam dunia ini. Namun solusi yang tepat untuk mengatasi kebiasaan ini adalah kembali kepada Tuhan sungguh-sungguh untuk mendapatkan relasi yang benar, sehingga Iblis tidak mendapat bagian untuk mengacaukan relasi kita dengan Tuhan, sehingga kita dapat berlaku benar dan berkata jujur dihadapan Tuhan dan sesama. 

Tuhan Memberkati

Ayub Mbuilima


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: