Oleh: Pdt. Ayub Abner | Desember 22, 2007

Bertanya Kepada Tuhan

2 Samuel 5:17-25

Berbagai Sikap  orang menyambut  tahun 2008 ,  ada yang merasa optimis dalam memasuki tahun depan, karena ia telah merancang hidupnya secara baik dari sisi pandangannya , baik dari sisi rumah tangga, pekerjaan maupun dalam hal yang lain. Namun ada juga yang menyambut tahun 2008 dengan penuh pesimis, sebab ia tidak punya pegangan  apa-apa yang menjadi kekuatan baginya untuk menjalani hari-hari hidup tahun depan, apalagi dengan adanya perkembangan bangsa  kita yang penuh dengan carut marut dalam segala segi, yang membuat kita tidak dapat menerka secara pasti tentang rencana apa yang tepat untuk dilaksanakan demi menunjang masa depan hidup kita. 

Kedua sikap tersebut diatas (optimis dan pesimis), sebenarnya tidak memberikan kekuatan, pengharapan  dan pegangan apa-apa bagi kita untuk menapaki hari-hari hidup yang ada didepan , jikalau kita mendasarkan semuanya itu pada apa yang kelihatan baik itu berupa harta, pekerjaan  bahkan juga realita yang kita lihat  saat ini yang membuat kita pesimis akan masa depan.  Mengapa demikian? karena sikap optimis  yang didasarkan  pada  apa yang telah direncanakan  dan siapkan sekarang belum tentu sesuai dan cukup untuk menjamin masa depan kita dalam tahun-tahun yang ada didepan bahkan juga sikap pesimis karena melihat realita saat ini akhirnya membuat kita tidak lagi memiliki pengharapan akan  masa depan,  merupakan suatu sikap yang tidak tepat,  sebab  situasi dan realita hidup tidak mungkin  terus terjadi seperti ini.

Kalau demikian sikap yang bagaimanakah yang perlu dimiliki oleh orang percaya dalam menyambut tahun depan (2008), jawabannya adalah setiap orang percaya harus memiliki  sikap optimis namun bukan didasarkan atas rencana dan kekayaan atau pekerjaan yang dimiliki, namun harus didasarkan kepada Allah Tritunggal yang adalah pencipta, pemelihara dan Juruselamat Manusia. Mengapa demikian, Jawabannya ada pada Teks  2Samuel 5: 17-25.

Dimana dalam konteks ini bangsa Filistin datang mengepung bangsa Israel dilembah Refaim (ay. 18). Ay. 17 dikatakan Daud pergi ke kubu pertahanan. Mungkin orang akan berpikir bahwa  Daud pergi kekubu pertahanan untuk mengumpulkan tentaranya dan menyerang bangsa Filistin, namun mengejutkan bahwa dalam kondisi terkepung Daud pergi kekubu pertahanan untuk melakukan satu hal yaitu Bertanya kepada Tuhan (ay. 19).

Sikap bertanya kepada Tuhan merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan oleh Daud dalam hidupnya. Ini dapat dilihat dalam pasal  1 Samuel 23: 2,4, 12; 30:8; 2 Samuel 2:1; 5:17-25. Sikap bertanya kepada Tuhan adalah satu sikap yang menunjukkan bahwa Daud selalu bersandar kepada Tuhan. Mengapa Daud harus  bertanya kepada Tuhan sebagai bukti ia bersandar kepada Tuhan.

1.  Hidup orang Kristen adalah hidup dalam peperangan rohani. ay. 19a, dikatakan bahwa “… Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Bagi Daud peperangan menghadapi bangsa Filistin adalah peperangan yang harus melibatkan Tuhan, sebab peperangan tersebut tidak hanya berbicara tentang peperangan antara dua bangsa, namun pada zaman itu adanya sebuah keyakinan bahwa peperangan tersebutpun melibatkan kedua Allah yang disembah oleh kedua bangsa tersebut. Maka kemenangan sebuah bangsa juga dinyatakan sebagai kemenangan daripada Allah yang disembah oleh bangsa tersebut. Maka Daud harus melibatkan Allah didalam peperangan tersebut. Maka bagi Daud kalau Allah turut berperang maka Allah yang disembahnya adalah adalah yang tidak tertandingi oleh illah manapun juga, dengan demikian maka kemenangan menjadi bagian dalam kehidupan bangsa Israel.

Dalam memasuki tahun 2008, hidup kita terus dalam peperangan rohani, oleh sebab mohon pada Tuhan untuk trus menguatkan kita sehingga kemenangan demi kemenangan Tuhan karuniakan dalam hidup kita, sehingga kita tidak menjadi mangsa Iblis, namun kita senantiasa menjadi lebih daripada pemenang. Sebab Paulus berkata: Jilakau Allah dipihak kita siapakah yang akan melwan kita?.

2. Kita tidak tahu apa yang terjadi didepan (ay. 19a). Pertanyaan Daud dalam aya. 19 a. Apakah aku harus maju melawan mereka? pertanyaan  ini menunjukkan bahwa Daud tidak tahu bagaimana bersikap dalam mengambil keputusan saat itu untuk menghadapi musuhnya yaitu bangsa Filistin. Mengapa ? oleh karena Daud terbatas oleh ruang dan waktu, sehingga dia tidak tahu sikap apa yang harus diambil dan dampak dari sikap yang akan diambil, maka ia bertanya kepada Tuhan yang menciptakan ruang dan waktu serta menguasai ruang dan waktu tersebut. Sebab Daud yakin bahwa Tuhan yang menciptakan waktu dan masa depan, maka Tuhan tahu apa yang terbaik didepan, sehingga ketika Tuhan memberikan petunjuk kepadanya pasti kebaikanlah yang dikaruniakan Allah kepadanya.

Oleh sebab itu untuk menghadapi tahun 2008, akuilah bahwa semua manusia, siapapun dia, ia belum pernah masuk dalam masa depan, maka ia harus mengakui keterbatasannya, sehingga apapun yang ia bicarakan tentang masa depan semuanya hanyalah presepsi dan penafsiran semata-mata yang belum tentu kebenarannya. Maka ketika kita dengan rendah hati menerima keterbatasan kita dan memohon kepada Allah untuk menyertai  serta menuntun seluruh  hidup dalam tahun depan maka  sikap bergantung kepada Tuhanlah yang di kehendaki oleh Allah, sehingga hidup kita dapat berdiri tegar dalam menghadapi kondisi apapun sebab kita tidak sendirian, karena Allah beserta kita.

3. Kemenangan yang diperoleh  semata-mata  adalah anugerah Tuhan. (ay. 19b).

“… Akan Kau serahkan mereka itu kedalam tanganku?…” Pertanyaan ini menunjukkan bahwa Daud yakin bahwa setiap kemenangan yang dia peroleh dalam hidupnya secara khusus dalam peperangan adalah anugerah atau pemberian Allah. Maka ia tidak membanggakan diri dan menepuk dada, tetapi ia tetap melihat bahwa tanpa Alalh ia tidak dapat meraih kemenangan.

Perspektif seperti inipun perlu ada dalam kehidupan kita sehingga ketika kita melihat kebelakang dan menemukan banyak keberhasilan dan kemenangan dan juga ketika kita menapaki hari-hari hidup kita kedepan dan banyak keberhasilan dan keuntungan yang kita raih,  janganlah kita berkata bahwa itu karena kuat dan gagahku, namun marilah dengan kerendahan hati yang tulus dan murni berkata dengan jujur bahwa karena Tuhan adalah penolong dan pembelaku maka aku dapat meraih semua ini.

4. Jawaban Tuhan tidak selalunya sama (ay. 23). Ketika kita melihat ayat sebelumnya bahwa Daud bertanya kepada Allah, apakah aku harus maju melawan mereka…dan Jawaban Tuhan Majulah. Namun dalam ayat 23. ini Ketika Daud kembali bertanya kepada Tuhan ketika bangsa Filistin untuk kedua kalinya  menyerang bangsa Israel, Tuhan tidak menjawab maju, namun jawaban Tuhan adalah janganlah maju…, dengan demikian senantiasa bertanya kepada Tuhan itu sangat penting dalam menjalani hidup ini sebab jawaban Tuhan tidak selamanya sama. Ada saat Tuhan katakan ya dalam hidup kita, namun kadang Tuhan katakan sabar anak-Ku dan kadangkala juga, Tuhan berkata  tidak anak-KU, namun dalam semua jawaban Tuhan menuju kepada sebuah tujuan yaitu Tuhan dipermuliakan serta  Tuhan menyediakan yang terbaik dalam hidup ini. Oleh sebab itu majulah dalam memasuki tahun 2008  dalam sikap senantiasa bertanya kepada Tuhan serta belajarlah senantiasa peka dengan jawaban-Nya melalui Firman-Nya.

5. Ada bagian yang harus kita kerjakan sebagai bukti ketaatan kita kepada Tuhan (ay. 25). Ketika Tuhan katakan Jangan Maju…(ay. 23), namun buatlah gerakan lingkaran sampai kebelakang mereka,  namun ayat. 24 mengatakan bahwa ketika engkau mendengar derap langkah dipuncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engaku bertindak cepat, sebab pada waktu itu  TUHAN telah keluar untuk berperang didepanmu. Ay. 25 dikatakan bahwa Daud berbuat demikian , seperti apa yang diperintahkan oleh Tuhan.  Pertanyaannya adalah Jikalau Tuhan sendiri berperan apakah ia tidak sanggup mengalahkan bangsa Filistin, jawabannya adalah Dia sanggup, namun mengapa ia harus menyuruh bangsa Israel membuat gerakan lingkaran untuk menyerang bangsa Filistin?   Jawabannya adalah Ada bagian yang Tuhan kerjakan dalam hidup ini, namun ada bagian yang Tuhan tuntut dalam hidup ini  harus dikerjakan oleh orang percaya. Mengapa demikian, sebab Tuhan telah memberikan kemampuan didalam diri kita untuk dapat kita pergunakan guna menyelesaikan tanggungjawab tersebut. Marilah dalam memasuki tahun 2008 dengan penuh tanggungjawab kita menjalankan apa yang telah menjadi bagian /peran yang telah dan akan Tuhan percayakan bagi kita untuk dikerjakan dengan baik, demi untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan.

6. Setiap kemenangan dalam hidup ini harus dirayakan dalam Tujuan Tuhan dimuliakan (ay. 20). Pada akhirnya Daud mengatakan bahwa kemenangan yang dia peroleh itu semata-mata karena karya Tuhan. Spirit seperti inipun harus ada dalam kehidupan kita bahwa ketika kita merayakan kemenangan atau keberhasilan tujuan utama adalah Tuhan dipermuliakan, sehingga kita tidak mencuri kemuliaan Tuhan dalam segala hal yang dipercayakan kepada kita.

Pertanyaan berikut yang perlu dijawab adalah, bagaimana caranya kita dapat menerima jawaban Tuhan, satu-satunya cara Tuhan menjawab kita yaitu melalui Alkitab yang adalah Firman Allah yang diwahyukan oleh Allah dan merupakan wahyu Allah yang cukup dan sempurna serta tidak pernah salah. Maka setiap pribadi yang bergaul karib dengan Tuhan melalui Firman-Nya maka ia akan mendapatkan prinsip-prinsip hidup yang benar untuk menjalani hidup sesuatu dengan apa yang Tuhan kehendaki, untuk menapaki hari-hari hidup yang ada didepan serta dapat melangkah dengan pasti tanpa ada keraguan dan kekuatiran.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: