Oleh: Pdt. Ayub Abner | November 29, 2007

Diubah untuk Melayani (2)

(Yohanes 4:1-42)

Dalam penjelasan pertama bahwa Tuhan Yesus mengubah hidup wanita Samaria ini dari kehidupan yang penuh dengan kebencian terhadap orang Yahudi, sebab akar kebencian ini telah menjadi suatu budaya atau tradisi baik dalam kehidupan orang Yahudi maupun orang Samaria (ay. 9). Perubahan itu terjadi oleh karena Yesus Kristus yang telah berinisiatif untuk berjumpa dengan wanita tersebut, sehingga melalui percakapan Tuhan Yesus Kristus dengan perempuan Samaria ini, maka terjadi perubahan paradigma yang mengakibatkan perempuan ini menerima Tuhan Yesus dan meninggalkan kebencian masa lalu.

Perubahan Yang kedua yang dialami oleh Perempuan ini ketika berjumpa dengan Yesus Kristus adalah Perubahan dalam kehidupan Moral. (ay. 16-18). Dalam ayat ini Tuhan didalam kemahatahuannya ia tahu tentang kehidupan amoral dari Perempuan ini, maka Tuhan Yesus menyuruh ia memanggil suaminya (ay. 16), akan tetapi perempuan ini berusaha menyembunyikan kehidupan amoralnya dihadapan Tuhan dengan jawaban dalam ayat 17. Bahwa “…aku tidak punya suami.”  Tetapi didalam kemahatahuan Tuhan Yesus, membongkar semua kebobrokan wanita ini mengakibatkan wanita ini terkagum dengan semua penjelasan Tuhan Yesus yang sungguh tepat dengan kehidupan amoralnya (ay. 19 dan ay. 29). Apabila kita menulusuri teks ini, pada ayat 6 dan 7, Perempuan ini datang menimba air pada jam 12 siang. Kebiasaan menimba air pada jam 12 siang  seperti ini tidak meerupakan suatu kebiasaan biasa pada zaman itu. Kebiasaan menimba air pada zaman itu biasanya pada pagi atau sore hari. Beberapa penafsir Alkitab mengatakan bahwa Kebiasaan perempuan ini mengambil air pada jam 12 siang oleh karena ia berusaha untuk menghindari bertemu dengan orang lain berkaitan dengan kehidupan amoral yang dia jalani selama ini. Akibat dari petermuannya  dengan Tuhan Yesus, maka perempuan ini mengalami perubahan yang luar biasa, dimana setelah Tuhan Yesus membongkar semua kehidupan yang penuh kebobrokan, maka ia mengalami kehidupan yang baru. Ayat 28, 29 menjelaskan bahwa perempuan itu meninggalkan tempayannya dan bertemu dengan orang-orang di kota serta mengajak orang-orang di kotanya untuk bertemu dengan Yesus.

Dari perubahan kedua yang dialami oleh Perempuan Samaria ini dapatlah kita pelajari bahwa:

1. Dihadapan Tuhan hal sekecil apapun tidak dapat kita sembunyikan, karena Allah kita adalah Allah yang Maha Tahu dan Maha Kuasa. Maka barangsiapa yang berusaha menyembunyikan segala sesuatu berkaitan dengan dosa dihadapan Allah dengan cara apapun adalah orang yang sangat-sangat bodoh, karena ia berpikir bahwa ia dapat menipu Allah, pada hal Allah tidak dapat ditipu oleh apapun dan siapapun juga.

2. Ketika  setiap hari kita memperhadapkan diri kita dihadapan Tuhan dan berdialog dengan-Nya melalui membaca, merenungkan Firman Tuhan serta berdoa. Maka pembaharuan-demi pembaharuan Allah lakukan dalam hidup kita, sehingga semangat dan kerinduan untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan senantiasa menjadi tujuan hidup kita.

3. Setelah pembaharuan  hidup kita terima dari Tuhan Yesus, maka ketika kita melihat orang lain, ada satu kerinduan agar orang lain dapat bertemu dengan Yesus sebagaimana kita bertemu dengan Yesus.

Tuhan Memberkati

Ayub Mbuilima


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: