Oleh: Pdt. Ayub Abner | November 1, 2007

Diubah untuk Melayani (1)

(Yohanes 4:1-42).

Dalam kamus kekristenan tidak ada kata kebetulan dalam hidup ini, sebab sekecil apapun liku-liku hidup ini tetap didalam rancangan Tuhan (Yeremia 29:11).  Demikian juga ketika dalam Teks ini (Yohanes 4:4) tertulis bahwa “Ia harus  melintasi daerah Samaria”. Kata harus disini menunjukkan sesuatu yang tidak dapat dielakkan atau pasti Yesus akan melewati Samaria. Pertanyaannya adalah mengapa Yesus harus melewati daerah Samaria. Jawabannya dalam ayat 5-42,  menjelaskan bahwa Tuhan Yesus merencanakan suatu peristiwa besar di sumur Yakub. Dimana Yesus mengubah kehidupan perempuan Samaria untuk menjadi alat ditangan Tuhan. Pertanyaan yang perlu dijawab adalah, apa saja yang diubahkan oleh Tuhan Yesus dari perempuan Samaria tersebut*

1. Perubahan dari kehidupan Tradisi yang terendam didalam kebencian (ayat. 9).

Peristiwa tidak  adanya hubungan antara orang Yahudi dan Samaria yang dilandasi oleh karena kebencian ternyata diwarisi oleh perempuan ini. Ketika Yesus mendekati perempuan ini untuk meminta minum perempuan ini mengetahui bahwa Yesus adalah orang Yahudi sehingga ia mengeluarkan kalimat “Masakan engkau seorang Yahudi minta minum kepadaku seorang Samaria” selanjutnya dijelaskan bahwa sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria). Sebagai orang Yahudi Yesus pasti tahu bahwa orang Yahudi tidak boleh bergaul dengan orang Samaria, namun kehadiran Yesus didaerah Samaria menunjukkan bahwa Yesus ingin berinisiatif untuk meniadakan kebencian yang sudah terjadi bertahun-tahun lamanya dalam kehidupan perempuan ini, serta menggantikanya dengan sebuah hati baru yang telah dibaharui oleh aliran air hidup dari Yesus (ayat 10). Ini menunjukkan bahwa hal menyimpan kebencian adalah tindakan yang tidak direstui oleh Tuhan, sehingga dihadapan Tuhan Yesus, Ia ingin perempuan ini diperbaharui agar tidak lagi tenggelam dalam kebencian yang telah diwariskan oleh tradisi nenek moyang, yang tidak benar dihadapan Allah.

Aplikasi Praktis: 

Saudara yang membaca artikel ini, mungkin saja saudara sebagai suami, istri, anak, atau pelayan Tuhan bahkan seorang pekerja yang saat ini secara diam-diam menyimpan kebencian dalam hatimu terhadap sesamamu, ingatlah bahwa Allah tidak menghendaki engkau ditawan oleh kebencian itu, sebab kebencian tersebut tidak akan membuatmu semakin maju dan bertumbuh dalam hidupmu, sebab kebencian itu tidak membuatmu hidup lebih berkreatif dan bebas dalam menjalankan peran, bebas berkarya dan melayani, bahkan sebaliknya kebencian itu akan secara perlahan-lahan menghancurkan hidupmu, rumah tanggamu dan karier dan pelayananmu. Maka supaya tidak terlalu jauh anda melangkah untuk dihancurkan oleh kebencian maka kembalilah pada Tuhan serta mintalah aliran air hidup daripada Tuhan untuk dapat mengubah hidupmu menjadi baru dan hidupmu mendapat  kelegaan dari Tuhan(Matius 11:28). (bersambung).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: