Oleh: Pdt. Ayub Abner | Oktober 18, 2007

Iman dari seorang penjahat yang tergantung

Lukas 23:42.

“Lalu ia  (penjahat yang disalibkan bersama Tuhan Yesus disebelah kanan) berkata: “Yesus, Ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja”.

Permintaan penjahat ini adalah permintaan yang dilandasi dengan iman yang melampaui realita hidup yang dialami saat itu. Mengapa demikian? sebab  pengakuannya akan Yesus sebagai Raja bukan terjadi ketika ia melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya sebagaimana yang disaksikan oleh Petrus, Yakobus dan Yohanes (Matius 17:1-5),  demikian juga pengakuannya tersebut tidak lahir dari mulut penjahat ini, ketika ia melihat mujizat orang lumpuh berjalan, buta melihat, sakit disembuhkan , dan juga ia tidak berada dalam kerumunan banyak orang yang sedang menyaksikan peristiwa Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus yang sudah mati didalam kuburan selama 4 hari. Tidak !!!Bahkan walaupun kita meneliti lembaran Alkitab satu-persatu  dalam peristiwa demi peristiwa mujizat yang dilakukan oleh Tuhan jangankan mengalami melihatpun Alkitab tidak menyaksikan bahwa penjahat itu mengalami dan melihatnya. 

Namun pengakuan tersebut lahir ketika ia bersama-sama dengan Tuhan Yesus tergantung diatas kayu salib…..kalau demikian keadaannya saat itu pantas atau tidak jikalau ia mengatakan kalimat diatas?  Salib pada saat itu memberikan beberapa pengertian yaitu:

1. Salib adalah tempat hukuman bagi penjahat ulung

2. Salib adalah tempat dimana tidak ada kehidupan

3. Salib adalah tempat tidak adanya Mujizat

4. Salib adalah tempat dimana tergantung orang yang  tidak sanggup menolong dirinya dan orang lain.

5. Salib adalah tempat dimana semua orang yang berada dibawah salib melemparkan semua ejekan, sumpah dan serapah serta cacian dan makian.

Dalam kondisi pengertian  salib tersebut, kita dikagetkan dengan sebuah permintaan yang penuh dengan harapan yang terdengar dari atas salib, dan permintaan tersebut sepertinya  melawan pengertian salib pada masa itu. Sebab didalam permintaan tersebut adanya suatu keyakinan  bahwa masih ada sebuah kehidupan, masih ada suatu kuasa, masih ada suatu pemerintahan yang tetap ada melampaui salib tersebut didalam pribadi Tuhan Yesus.

Pertanyaan yang muncul dalam benak kita selanjutnya adalah mengapa penjahat ini dapat menunjukkan imannya yang begitu dasyat dari  atas Salib dengan permintaan yang melampaui realita hidup yang dialami bersama dengan Tuhan Yesus…? Jawabannya tidak lain adalah karena Allah sendiri yang menumbuhkan iman didalam hati penjahat ini dan memberikan mata iman yang dapat melihat melampaui peristiwa Salib untuk  memproklamasi Yesus Kristus sebagai Raja diatas segala raja dari atas kayu Salib melalui permiantaan dan keyakinan yang dikumandangkan melalui mulut penjahat ini.

Dari peristiwa diatas ada beberapa hal yang dapat kita pahami dan diterapkan dalam kehidupan kekristenan kita:

1. Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus hanya karena tanda-tanda dan mujizat-mujizat seperti yang dijelaskan diatas maka ketika ia menghadapkan dirinya dengan Salib maka ia akan tesandung, sebab diatas Salib seakan-akan Tuhan Yesus tidak membuat mujizat apa-apa.

2. Orang yang percaya kepada Yesus hanya bergantung kepada pengetahuan dan hikmat dan melepaskan hidup yang beriman kepada Tuhan, maka ketika ia menghadapkan dirinya kepada Salib dimana Yesus tergantung, maka Salib menjadi batu sandungan baginya sebab diatas salib seakan-akan tidak ada hikmat dan pengetahuan.

3. Orang yang hanya memahami Yesus hanya sebatas sesosok pribadi yang memiliki moralitas yang tinggi maka, ketika ia menghadapkan dirinya kepada salib dimana Yesus tergantung maka Salib adalah bantu sandungan baginya, sebab Salib disediakan bagi seseorang yang memiliki predikat penjahat ulung.

4. Orang yang hanya mengikut Yesus hanya karena melihat dari Kemahakuasaan Yesus tanpa adanya pengertian yang utuh tentang  atribut-atribut Allah yang lain maka ketika ia menghadapkan dirinya pada Salib, maka Salib dapat menjadi batu sandungan baginya, sebab diatas Salib Yesus tergantung sebagai pribadi yang lemah dan tak berdaya.

Namun yang benar demikian: ” Orang yang mengikut Tuhan Yesus secara benar apabila ia mengasihi Tuhan sungguh-sungguh dalam kondisi apapun juga sebagai Tuhan dan Jurusemalat Pribadi, dan tetap melihat bahwa Tuhan senantiasa berdaulat atas ciptaannya dan Tuhan tetap memiliki rencana yang indah dalam segala hal yang kita alami walaupun yang kita alami tersebut merupakan lembah bayang-bayang maut sekalipun.” Tetapkanlah dalam hati kita  serta Yakinlah bahwa Yesus tetap Raja atas semua yang kita hadapi dan alami.

Tuhan Memberkati

Pdt. Ayub Mbuilima


Responses

  1. Berpikir tentang Yesus sangat sulit dimengerti, mirip mendengar sejarah G30S PKI atau Supersemar, bingung mana yang benar.
    Apakah kebenaran butuh khayalan yang dramatik?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: