Oleh: Pdt. Ayub Abner | September 21, 2007

Agama: Suatu Tantangan

Agama seringkali dikaitkan dengan Tuhan, sehingga dalam pemikiran setiap orang apabila seseorang beragama maka pasti ia memiliki kehidupan yang baik, sebab ia harus mencontohi ajaran agama yang diajarkan dalam agama tersebut. Pengertian agama sendiri berarti tidak kacau maka dapatlah dipahami bahwa setiap agama yang benar dan baik adalah mengajarkan agar setiap pemeluk agamanya harus melakukan tindakan yang bermoral, beraklak baik dan terpuji.

Namun dalam realita pelaksanaan agama kadang sangat bertolak belakang dengan pengertian agama yang sebenarnya, sebagaimana yang dijelaskan dalam Lukas 9:22 : Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

Dalam ayat ini Yesus mengatakan bahwa yang menolak dan membunuh Dia bukan penjahat, bukan orang yang tidak beragama, namun yang menolak dan membunuh Dia adalah Tua-tua, Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Sebenarnya siapakah ketiga golongan ini  sehingga mereka melakukan tindakan anarkis ini?

1. Tua-Tua.

Menurut Kamus Alkitab Ia memberikan tiga penjelasan tentang golongan Tua-Tua, namun saya hanya mengutip 2 penjelasan tentang golongan ini.

a. Orang-orang tua-tua  Yahudi yaitu pemimpin agama Yahudi. Beberapa di antara mereka  itu masuk anggota Mahkamah Agama. Mahkamah Agama adalah Badan keagamaan umat Yahudi yang tertinggi, terdiri dari 70 orang anggota (para imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua Yahudi), dibawah pimpinan Imam Besar. Mahkamah ini mempunyai kewibawan penuh dibidang agama.

b.  Istilah Tua-tua ini apabila dikaitkan dengan Perjanjian Baru secara khusus dalam surat Kisah Para Rasul dan surat-surat Paulus maka dapat disamakan dengan salah satu jabatan gereja yaitu Penatua (tua-tua jemaat). Penatua  atau tua-tua jemaat merupakan para  pemimpin yang bertanggung jawab atas kehidupan jemaat. Tugas mereka ialah “menggembalakan kawanan domba Allah” dan bertanggung jawab kepada Gembala yang Agung (I Ptr 5:1-5).

Dapatlah dimengerti bahwa peran sebagai Tua-tua pada zaman itu adalah peran yang sangat penting dalam jemaat Tuhan, sebab mereka adalah pemimpin yang harus memberikan contoh/teladan tentang kehidupan keberagamaan yang baik.

2. Imam-imam Kepala

Imam-imam kepala adalah Para anggota beberapa keluarga tertentu yang merupakan  golongan terutama dalam Mahkamah Agama. Dari antara mereka dapat ditunjuk Imam Agung. Imam Agung memegang jabatan utama dalam kebaktian korban di Israel. Dalam Perjanjian Baru  Imam Agung adalah imam Yahudi yang paling tinggi kedudukannya. Ia mengetuai Mahkamah Agama untuk masa  jabatan 1 tahun. Sekali setahun ia memasuki tempat maha kudus dari Bait Allah untuk mempersembahkan korban pendamaian untuk dosa seluruh umat.

3.  Ahli-ahli Taurat

 Ahli-ahli Taurat adalah pengajar dan penafsir Perjanjian Lama, khususnya kelima kitab Musa (Taurat atau pentateukh).

Setelah kita dapat mengenal ketika golongan diatas, maka tidaklah benar jikalau Yesus mengatakan bahwa merekalah yang menolak dan membunuh Yesus sebab mereka adalah Patron, Pemelihara aturan agama dan juga ahli kitab, sebaliknyalah mereka harus mencintai, mengasihi dan menjadi pengikut Tuhan Yesus yang setia. Namun mengapa dalam kenyataannya Alkitab menyatakan kepada kita bahwa kelompok-kelompok ini yang berjuang dipengadilan untuk membunuh Tuhan Yesus, pada hal mereka adalah penganut agama yang setia?  Dari bagian ini kita dapat memahami bahwa:

– Agama dan ajarannya tidak  salah namun dalam pelaksanaannya mungkin saja keliru oleh karena penafsiran yang salah terhadap ajaran agama tersebut, sehingga menimbulkan tindakan anarkis yang di atas namakan membela agama  atau Allah  namun berakibat  merugikan sesama dan juga agama tersebut.

– Agama dalam satu sisi dapat membuat penganutnya hidup lebih baik, lebih bermoral dan dapat membangun sesama dan memuliakan Tuhan namun dalam sisi yang lain  agama dapat menjadi momok untuk menghancurkan orang lain. Hal ini (agama dapat menjadi momok) terjadi apabila dalam pelaksanaannya agama hanya dipergunakan untuk kepentingan diri sendiri guna mencapai tujuan pribadi tanpa mempedulikan sesama dan Kemuliaan Tuhan yang merupakan tujuan akhir agama tersebut, maka agama  dapat membawa kehancuran.

Dapatlah dipahami bahwa  Agama : suatu tantangan, sebab baiknya sebuah agama tidak hanya dilihat dari baik tidaknya agama dan ajarannya namun dinilai juga  pada aspek pelaksanaannya.

Tuhan Memberkati

Pdt. Ayub Mbuilima


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: