Oleh: Pdt. Ayub Abner | Juli 30, 2007

Maukah engkau sembuh?

Yohanes 5:1-18

Kalau kita melihat dengan teliti pertanyaan Tuhan Yesus pada ayat yang ke 6,  Yesus berkata kepada orang lumpuh itu “maukah engkau sembuh?” padahal Tuhan  Yesus tentunya tahu bahwa orang itu membutuhkan kesembuhan.   Melalui pertanyaan ini, ada tiga pengharapan yang Tuhan Yesus berikan kepada kita: 1.Ayat 6: Tuhan Yesus mau memberikan pengharapan kepada orang lumpuh itu bahwa    kuasa-Nya mampu melakukan sesuatu yang tidak mungkin, kuasa-Nya lebih besar    dari pengalaman hidup orang lumpuh itu. Ayat 7: Pikiran orang lumpuh ini hanya    terfokus kepada pengalaman yang dialaminya pada saat itu, bahwa kesembuhannya    hanya dapat terjadi apabila menjadi yang pertama masuk ke kolam itu sehingga    ia tidak melihat ada peluang lain yang dapat menolongnya. Pertanyaan Yesus    maukah engkau sembuh berarti: “Maukah engkau melepaskan dirimu dari bendungan   konsepmu itu dan maukah engkau melihat dan bergantung kepada-Ku?”    Melalui kedua ayat ini Tuhan Yesus mengajak kita untuk tidak membendung diri    kita berdasarkan konsep/pengalaman kita, tetapi agar kita selalu terbuka kepada-Nya,    meminta pertolongan-Nya dan selalu bergantung kepada-Nya sehingga kehendak-Nya    terjadi dalam hidup kita.  2.Ayat 11,13: Kedua ayat ini menunjukkan bahwa orang lumpuh itu belum mengenal    Tuhan Yesus ketika disembuhkan. Pertanyaan Tuhan dapat diartikan sebagai    berikut: “Maukah engkau mengalami anugerah Allah mendahului imanmu?”    Disini kita diajar bahwa Tuhan berkuasa dan berdaulat memberikan kesembuhan    kepada kita tanpa bergantung pada iman kita. Kalau Tuhan menghendaki orang itu    sembuh walaupun orang itu belum percaya kepada Tuhan, itu adalah kedaulatan    Tuhan, dan kalau Tuhan katakan “sembuhlah karena imanmu”, itupun karena    kedaulatan Tuhan. Anugerah Tuhan itu besar, kasih Tuhan besar sehingga kalau kita    disembuhkan, kita berhasil, kita dimenangkan, itu bukan karena kemampuan kita,    tetapi Tuhanlah yang berdaulat, Tuhan yang berinisiatif yang tak terhingga dalam    hidup kita, sehingga segala sesuatu patut dikembalikan kepada Tuhan.  3.Ayat 8,9: Tuhan Yesus menawarkan kepada orang lumpuh itu: “Maukah engkau taat    dan menaklukkan dirimu secara mutlak, menaklukkan segala kehendakmu di bawah    kehendak-Ku?” Tuhan Yesus mengajak kita untuk taat menundukkan pengalaman/konsep    kita di bawah perintah Tuhan Yesus. Dengan demikian kita akan melihat karya Allah    terjadi di dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, definisi iman yang benar adalah    menaklukan konsep berpikir/rasio kita dan kebenaran Firman Allah berlaku mutlak    dalam kehidupan kita.
<hr />
Yohanes 5:1-18  1  Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.  2  Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa     Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya  3  dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang     buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air     kolam itu.  4  Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu;     barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi     sembuh, apapun juga penyakitnya.  5  Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.  6  Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia     telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”  7  Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke     dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam     itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”  8  Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”  9  Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan     berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.  10 Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu:     “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.”  11 Akan tetapi ia menjawab mereka: “Orang yang telah menyembuhkan aku, dia     yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.”  12 Mereka bertanya kepadanya: “Siapakah orang itu yang berkata kepadamu:     Angkatlah tilammu dan berjalanlah?”  13 Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus     telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.  14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya:     “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi     yang lebih buruk.”  15 Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah     yang telah menyembuhkan dia.  16 Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan     hal-hal itu pada hari Sabat.  17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun     bekerja juga.”  18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja     karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah     adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Pdt. Ayub Abner Mbuilima M.Th.


Responses

  1. Waduh! Ternyata tidak hanya pada artikel “Kebutuhan akan Kristus” saja. Tampaknya ada kesalahan kode HTML pada tiga artikel teratas pada kategori Ringkasan Kotbah. Sedangkan artikel terbawah, “Kesaksian Yesus tentang diri-Nya (Yohanes 5:19-47)”, sama sekali tidak bermasalah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: