Oleh: Pdt. Ayub Abner | Juli 30, 2007

Kebutuhan akan Kristus

Yohanes 4:43-54

Cara Allah memanggil dan menyelamatkan seseorang berbeda-beda. Ada yang dipanggil ketika di tengah-tengah kesukaran ataupun kebahagiaan, dll (contoh: Agustinus yang dulunya hidup di dalam cela, Paulus yang dulunya menganiaya orang Kristen, dll). Allah kita adalah Allah yang besar dan berkuasa sehingga kalau Allah memanggil, tidak ada seorangpun yang berani mengeraskan hatinya. Firman Tuhan di bagian ini berbicara tentang seseorang yang diselamatkan melalui kesembuhan anaknya oleh Tuhan. Bagian ini berhubungan dengan dua bagian lainnya yaitu tentang Nikodemus dan seorang perempuan Samaria. Orang perwira ini dipanggil oleh Tuhan di dalam kondisi dia membutuhkan Yesus karena anaknya sedang sakit (ayat 46) dan bahkan hampir mati (ayat 47). Kedudukannya sebagai pegawai istana pun tidak dapat menolongnya dari masalahnya dan ketika dia mendengar tentang Yesus, dia datang dari Kapernaum kepada Yesus karena dia membutuhkan-Nya. Tiga hal yang dapat kita pelajari dari bagian ini: 1.Kebutuhan akan Yesus membuat pegawai istana (Latin: Regulus, raja kecil) ini membawa semua pergumulannya kepada Yesus. Dia tidak menggunakan bawahannya melainkan datang sendiri kepada Yesus membawa pergumulannya, bukan sebagai seorang pegawai istana yang punya otoritas melainkan menanggalkan semua popularitas dan kedudukannya, dan merendahkan diri di hadapan Tuhan seperti seorang pengemis yang meminta belas kasihan kepada Tuhan (ayat 47). Dia memprioritaskan dan mengandalkan Tuhan Yesus. Mari kita juga jangan menjadi bimbang karena pergumulan melainkan hanya mengandalkan Tuhan kita, satu-satunya yang mampu menolong kita. 2.Dia percaya (ayat 50). Pada awalnya orang ini beranggapan bahwa Yesus harus datang ke rumahnya untuk menyembuhkan anaknya. Tetapi Tuhan Yesus hanya berkata “Anakmu hidup”. Pada saat itu orang ini belum melihat bahwa anaknya sembuh tetapi ia percaya. Allah adalah setia dan tidak pernah mengingkari janji-Nya, karena itu orang Kristen harus tetap percaya kepada Allah walaupun tidak melihat tanda atau mujizat. Janganlah kita berpegang mutlak pada suatu metode atau cara. Allah tidak dapat dibatasi oleh cara-cara manusia dan cara tidak dapat menyelamatkan dan tidak membawa kita lebih kudus di hadapan Tuhan melainkan hubungan yang baik dengan Tuhan. 3.Ia menerima sesuatu yang lebih berharga daripada permintaannya sendiri (ayat 53). Tuhan tahu bahwa ia dan keluarganya memerlukan kesembuhan yang lebih penting yaitu secara rohani (keselamatan). Bila kita menempatkan Yesus menjadi segala-galanya di dalam kehidupan kita, maka standard kasih kita bukan lagi standard kita sendiri melainkan standard kasih Yesus dan kita akan mengasihi segala sesuatu lebih daripada sebelum kita mengenal Yesus.


Yohanes 4:43-54 43 Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea, 44 sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri. 45 Maka setelah ia tiba di Galilea, orang-orang Galileapun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiripun turut ke pesta itu. 46 Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. 47 Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. 48 Maka kata Yesus kepadanya: “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.” 49 Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.” 50 Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. 51 Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. 52 Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: “Kemarin siang pukul satu demamnya hilang.” 53 Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: “Anakmu hidup.” Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya. 54 Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.

Pdt. Ayub Abner Mbuilima M.Th.


Responses

  1. Salam, Pak Ayub!

    Saya menemukan keanehan dengan postingan Bapak yang bertajuk “Kebutuhan akan Kristus”. Tampaknya ada sedikit masalah dengan format HTML-nya. Karena tulisannya malah memanjang terus ke kanan. Kalau bisa diperbaiki supaya pengunjung lainnya bisa lebih nyaman menikmati tulisan Bapak. (Saya cuma khawatir kalau kondisi ini tidak hanya terjadi pada komputer saya.)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: