Oleh: Pdt. Ayub Abner | Juli 30, 2007

Berbuah Karena Firman Tuhan

(Yohanes. 15:1-8 )

Yesus berkata bahwa, Ia adalah pokok anggur yang benar dan yang Bapa di sorga adalah pengusahanya sedangkan kita adalah ranting-rantingnya. Kalau Yesus adalah pokok anggur itu berarti Ia yang mengalirkan kehidupan kepada ranting-rantingnya. Dia tidak pernah gagal untuk mengalirkan kehidupan dan mengusahakan pohon anggur tersebut. Dalam kehidupan kita, adalah suatu kesenangan apabila kita menanam sesuatu dan dengan pengharapan yang dalam untuk menantikan pohon tersebut boleh tumbuh besar dan menghasilkan buah. Demikian pula dengan Bapa disorga, Ia menabur benih dengan harapan boleh melihat benih itu tumbuh bahkan berbuah.
 
Ada banyak ranting yang melekat pada Pokok Anggur, namun ada ranting yang berbuah dan ada ranting yang tidak berbuah, Mengapa demikian…..?
 
Bagaimana agar orang percaya yang telah ditaburi dengan benih Firman boleh berbuah ……………

(ayat 4) “Tinggal” Untuk dapat berbuah maka ranting tersebut tidak hanya sekedar melekat pada pokok anggur melainkan harus Tinggal dalam Firman yang adalah pribadi Allah sendiri. Untuk tinggal dalam Allah maka Firman Tuhan harus menjadi kesukaan, oleh karena kita menyadari bahwa kita adalah anak-anak Allah.
(ayat 2) “Dibersihkan” Untuk dapat berbuah maka kita harus tinggal dalam Firman agar kehidupan dapat mengalir dalam kehidupan kita. Namun tidak hanya tinggal melainkan kitapun harus dibersihkan agar lebih banyak berbuah. Saat Firman Tuhan diberikan dan kita membuka hati maka Firman itulah yang akan membersihkan kita, oleh karena Firman Tuhan seperti pedang yang bermata dua dan sanggup memisahkan tulang dan sumsum, Ia sanggup membersihkan dan membaharui kita. Orang tidak pernah sadar akan dosanya kalau tidak memberi diri untuk dibersihkan oleh Firman / tidak mau ditegur oleh Firman. Untuk dapat dibersihkan kita harus menerima teguran Allah, oleh karena kalau Tuhan masih mau menegur kita, itu berarti Ia masih memperhatikan kita dan sebagai bukti Ia mengasihi kita.
Dengan demikian maka kita akan makin banyak berbuah dan dengan itulah Allah dimuliakan di dalam kita. Buah yang dimaksudkan yaitu buah Roh (Galatia 5:22,23) yang salah satunya yaitu Kasih
Orang tidak akan dapat mengasihi apabila ia belum dibersihkan, dan dasar kasih kita ini bukan pada materi atau sikon yang ada melainkan pada Firman Tuhan.
(Ayat 7-8) “Murid” Kita harus menunjukkan corak sebagai murid Yesus. Yang menjadi ciri dari murid Yesus yaitu menyangkal diri, memikul salib, dan belajar dari Yesus, serta mendengar dan menuruti perintahNya.Belajarlah dari seorang samaria yang murah hati (baca Lukas 10:25), yang mau menjadi sesama bagi orang lain, ia tidak hanya tahu tentang Firman namun iapun menjadi pelaku Firman.

(Yohanes. 15:1-8 )

Yesus berkata bahwa, Ia adalah pokok anggur yang benar dan yang Bapa di sorga adalah pengusahanya sedangkan kita adalah ranting-rantingnya. Kalau Yesus adalah pokok anggur itu berarti Ia yang mengalirkan kehidupan kepada ranting-rantingnya. Dia tidak pernah gagal untuk mengalirkan kehidupan dan mengusahakan pohon anggur tersebut. Dalam kehidupan kita, adalah suatu kesenangan apabila kita menanam sesuatu dan dengan pengharapan yang dalam untuk menantikan pohon tersebut boleh tumbuh besar dan menghasilkan buah. Demikian pula dengan Bapa disorga, Ia menabur benih dengan harapan boleh melihat benih itu tumbuh bahkan berbuah.
 
Ada banyak ranting yang melekat pada Pokok Anggur, namun ada ranting yang berbuah dan ada ranting yang tidak berbuah, Mengapa demikian…..?
 
Bagaimana agar orang percaya yang telah ditaburi dengan benih Firman boleh berbuah ……………

  1. (ayat 4) “Tinggal” Untuk dapat berbuah maka ranting tersebut tidak hanya sekedar melekat pada pokok anggur melainkan harus Tinggal dalam Firman yang adalah pribadi Allah sendiri. Untuk tinggal dalam Allah maka Firman Tuhan harus menjadi kesukaan, oleh karena kita menyadari bahwa kita adalah anak-anak Allah.
  2. (ayat 2) “Dibersihkan” Untuk dapat berbuah maka kita harus tinggal dalam Firman agar kehidupan dapat mengalir dalam kehidupan kita. Namun tidak hanya tinggal melainkan kitapun harus dibersihkan agar lebih banyak berbuah. Saat Firman Tuhan diberikan dan kita membuka hati maka Firman itulah yang akan membersihkan kita, oleh karena Firman Tuhan seperti pedang yang bermata dua dan sanggup memisahkan tulang dan sumsum, Ia sanggup membersihkan dan membaharui kita. Orang tidak pernah sadar akan dosanya kalau tidak memberi diri untuk dibersihkan oleh Firman / tidak mau ditegur oleh Firman. Untuk dapat dibersihkan kita harus menerima teguran Allah, oleh karena kalau Tuhan masih mau menegur kita, itu berarti Ia masih memperhatikan kita dan sebagai bukti Ia mengasihi kita.
    Dengan demikian maka kita akan makin banyak berbuah dan dengan itulah Allah dimuliakan di dalam kita. Buah yang dimaksudkan yaitu buah Roh (Galatia 5:22,23) yang salah satunya yaitu Kasih
    Orang tidak akan dapat mengasihi apabila ia belum dibersihkan, dan dasar kasih kita ini bukan pada materi atau sikon yang ada melainkan pada Firman Tuhan.
  3. (Ayat 7-8) “Murid” Kita harus menunjukkan corak sebagai murid Yesus. Yang menjadi ciri dari murid Yesus yaitu menyangkal diri, memikul salib, dan belajar dari Yesus, serta mendengar dan menuruti perintahNya.Belajarlah dari seorang samaria yang murah hati (baca Lukas 10:25), yang mau menjadi sesama bagi orang lain, ia tidak hanya tahu tentang Firman namun iapun menjadi pelaku Firman.

Pdt. Ayub Abner Mbuilima M.Th


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: