Oleh: Pdt. Ayub Abner | Juli 30, 2007

Proses Tuhan terhadap Nabi Yunus

(Yunus 4:1-10)

Yunus adalah seorang nabi, yang merupakan penyambung lidah Allah.  Yunus harus menjalani proses Allah oleh karena ia tidak menuruti kehendak Allah. Proses Allah yang pertama, terdapat dalam pasal 1:2 yaitu Proses Kehendak, dimana yusuf diperintahkan Allah untuk menyampaikan Firman Allah, yaitu memberitahukan kepada Niniwe kota yang besar, yang kejahatannya telah sampai kepada Allah. Namun Yunus lari dari hadapan Allah, ia mengikuti kehendaknya sendiri, dan akibat dari ketidak taatan Yunus, ia harus membayar harga dari perbuatannya, pertama ia harus membayar ongkos kapal, dan berikutnya ia harus tinggal di perut ikan selama tiga hari. Sebenarnya ia tidak perlu membayar harga semua ini, namun karena ia mengikuti kehendaknya sendiri maka ia harus membayar harga yang seharusnya tidak perlu ia alami. Proses kedua pada pasal 4:1-3 yaitu Proses Pola Pikir.  Pola pikir yunus belum diubahkan, ia berpikir bahwa bangsa niniwe sudah sepantasnya dihukum oleh karena kejahatannya, namun ternyata Tuhan bermaksud lain yaitu untuk keselamatan bangsa ini, namun Yunus yang pola pikirnya belum diubahkan dia tidak sanggup untuk mengampuni bangsa ini, bahkan ia marah ketika Tuhan mengasihi niniwe dan mengampuni bangsa ini.

Proses ketiga terdapat dalam pasal 4:10-11 yaitu Proses Kasih,  Allah ingin Yunus belajar agar jangan mengasihi sesuatu yang bersifat sementara dan hanya untuk kepentingan diri sendiri, tanpa mengasihi yang lain. Yunus mengasihi pohon jarak yang tumbuh untuk menaungi dia dari panas namun ia tidak mengasihi orang orang yang ada di niniwe.

Kadangkala banyak hal yang terjadi dalam kehidupan kita yang didalamnya kita berpikir bahwa mengapa ini terjadi? Mengapa ini yang harus saya lewati? Mengapa demikian mahal harga yang harus saya bayar untuk semua ini? Saudaraku… yakin dan percaya bahwa kita semua yang percaya kepada Allah dan telah menerima Yesus secara pribadi, proses demi proses harus kita lewati untuk menjadi seperti Yesus. Dari pengalaman Yunus kita boleh belajar bahwa kehendak kita harus kita letakkan di kakiNya dan meluaskan kehendak Allah yang bekerja dalam hidup kita, jika tidak maka harga dari ketidaktaatan kita kepada Allah harus kita bayar, harga yang seharusnya tidak perlu kita bayar.

Pola pikir kita salah terhadap sesuatu membuat kita terkadang memaksakan kehendak kita kepada Allah, yang sebenarnya kitalah yang harus mengikuti kehendakNya. Kitapun haruslah mengasihi sesama manusia karena kitapun yang tidak pantas dikasihi, Allah memberikan kasihNya kepada kita. Belajarlah dari pengalaman Yunus agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama seperti yang ia lakukan, melainkan hidup dalam rancangan Allah, melakukan kehendaknya, dan hidup dalam Kasih.

*AMIN*

Pdt. Ayub Abner Mbuilima, M.Th


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: