Oleh: Pdt. Ayub Abner | Juli 14, 2007

Status Hamba Tuhan …

Berbicara tentang lingkup status hamba Tuhan , maka status sebagai hamba Tuhan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu tertentu, sebab pada saat menjadi Orang Kristen maka status sebagai hamba Tuhan selalu ada kemana dan dimana orang Kristen tersebut berada. 

Dengan demikian maka saya harus terus menyadari bahwa:

1. Saya harus hati-hati dalam bertindak sebagai seorang Pejabat Pemerintah, karena saya adalah wakil Allah dalam mengatur bangsa ini. Dengan demikian saya tidak boleh mengangkat diri saya sebagai seorang penguasa didalam bangsa ini, dan memakai “sistim mumpung” tetapi harus memiliki konsep yang sudah dibaharui bahwa saya sebagai Hamba Allah berarti saya harus melayani didalam bangsa ini. (Di dalam kedudukanmu janganlah engkau berkata, apa yang diberikan bangsa ini buat saya tetapi hendaknya engkau berkata apa yang harus saya berikan bagi bangsa ini).

2. Sebagai seorang Pelayan Tuhan, pada saat telpon berdering, dan ada permintaan pelayanan berupa, seminar, khotbah, atau menulis sebuah artikel dll, ingatlah bahwa saya adalah hamba Allah sehingga saya tidak boleh memanipulasi pelayanan Allah dengan kepentingan pribadi saya. Dan dalam mempersiapkan bahan khotbah, seminar hendaklah saya berdoa sungguh-sungguh sehingga bukan saya yang ditonjolkan, tetapi Allahlah yang adalah Tuanku harus dimuliakan.

3. Sebagai seorang kepala rumah tangga, hendaklah saya pahami bahwa saya tidak boleh sewenang-wenang dalam kepemimpinan saya dalam rumah tangga, karena saya harus mempertanggung jawabkan rumah tangga itu kapada Tuan saya yang adalah Kepala Rumah Tangga yang Agung dan sekaligus adalah Tuan saya. Sehingga saya harus memuliakan Dia dalam rumah tangga saya.

4. sebagai seorang pekerja atau pelajar di manapun dan kapanpun, saya harus melihat bahwa pekerjaan dan study adalah tugas yang telah dipercayakan kepada saya, sebagai hambaNya, maka dengan komitmen yang teguh, saya harus memuliakan Tuan saya dalam perkejaan dan study yang ada. 

Menjadi hamba Allah tidak hanya di dalam gereja ataupun dan tugas kerohanian seperti berkhotbah dan membawa seminar rohani, tetapi dalam segala hal. Sebagaimana dikatakan oleh Paulus, “lakukanlah segala sesuatu bukan untuk manusia tetapi untuk Tuhan.” 

Jikalau kita menyadari hal ini maka kita mampu menjadi garam dan terang dalam segala segi kehidupan kita, dan nama Tuhan dipermuliakan. 

Tuhan memberkati.

Ayub Abner M. Mbuilima


Responses

  1. Tuhan =Tuan?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: