Oleh: Pdt. Ayub Abner | Juli 14, 2007

Seharusnya Ia Bersukacita, Kok Meratap …???

Dalam perjalanan hidup manusia seringkali diperhadapkan dengan dua hal, yaitu kegagalan dan juga keberhasilan. Kegagalan sering kali mendatangkan dukacita sedangkan keberhasikan mendatangkan sukacita atau kegembiraan.

Namun berbeda dengan kehidupan Daud dalam 2 Samuel 1:17-27. Di mana dalam konteks daripada teks ini, berbicara tentang ratapan Daud terhadap Saul dan Yonathan. Secara wajar kalau Daud meratapi kematian Yonathan oleh karena mereka memiliki hubungan yang begitu intim yang didasarkan atas kasih dan sumpah. Tetapi kalau kita mengikuti alur sejarah dari kehidupan Saul dan Daud maka secara logika, Daud tidak pantas meratapi kematian daripada Saul.

Bukankah Daud adalah musuh Saul, di mana dalam setiap sejarah perjalanan dan kehidupan Daud tidak lepas dari pengejaran Saul dan tentaranya untuk memusnahkannya?

Namun di sini kita menemukan sesuatu yang tidak lazim terjadi yaitu dalam bagian ini, Daud tidak bersukacita yang seharusnya ia harus bersukacita dengan kematian Saul, oleh karena dengan kematian Saul bukankah sudah melicinkan posisinya sebagai seorang raja yang selama ini telah dinanti-nantikan..?

Secara manusia bisa saja kita simpulkan bahwa ini waktu Tuhan buat Daud untuk menduduki jabatan sebagai Raja dan ini jugalah jalan Tuhan buat Saul, untuk apa disesali dan diratapinya lagi. Tapi mengapa Daud harus meratapi kematian Saul dan bukan bersukacita..?

Daud memiliki suatu kualitas Rohani yang sungguh luar biasa … di mana ia memberikan suatu cara pandang yang sungguh paradox dengan cara pandang dunia ini. Ini adalah suatu kebenaran yang perlu dimiliki oleh orang yang berpaut pada Tuhan.

Apakah yang menjadi fokus cara pandang Daud yang menunjukkan akan tingkat kualitas rohaninya begitu tinggi tidak lain dan tidak bukan, di mana ia tidak melihat Saul sebagai musuhnya, tetapi ia tetap melihat Saul dan tentaranya adalah umat yang dipilih oleh Allah.

Dalam kepercayaan bangsa-bangsa yang berada pada zaman itu bahwa dalam suatu peperangan antara dua negara atau bangsa, maka bukan hanya dua bangsa/negara itu berperang tetapi Allah dari dua bangsa yang saling perperang itupun turut berperang sehingga kalau satu bangsa mengalami kekalahan dalam peperangan tersebut maka Allahnyapun dinyatakan kalah. Dan hal inilah yang ditangisi atau diratapi oleh Daud dalam Teks ini.

Daud meratap oleh karena, dengan kekalahan tentara Israel dan juga kematian Saul dan Yonathan dapat membuat bangsa kafir bersorak-sorak, dan menghina nama Allah yang kudus dan perkasa yang merupakan Allah atas bangsa Israel. ( 2 Sam 1:19-20 ).

Sehingga ada suatu nilai rohani yang perlu dipetik disini bahwa: Dalam keberhasilan Daud dan Kematian Saul, Daud tidak berpusat pada keuntungan dirinya dan kegagalan orang lain, tetapi ia memiliki titik fokus pada Nama Allah.

Dalam keberhasilannya dan kegagalan orang lain apakah nama Allah dipermuliakan ataukah nama Allah dihina…? Inilah yang menjadi hal yang prioritas pada cara pandang Daud melihat suatu masalah yang dihadapinya.

Bagaimana dengan saudara…? Orang yang saudara anggap musuh, setelah ia gagal dalam menjalani hidupnya apakah saudara bersukacita dan mengucap syukur atas kegagalanya dan sebaliknya kalau saudara berhasil untuk menggapai harapan yang ada apakah saudara hanya terpanah dengan keberhasilan yang ada dan membuat saudara hanyut dalam hal tersebut dan lupa mengoreksi apakah dalam segala kejadian itu nama Tuhan dipermuliakan atau tidak..?

Marilah kita boleh belajar dari kualitas rohani yang dimiliki oleh Daud dalam bagian ini. Amin.

Ayub Abner M. Mbuilima


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: