Oleh: Pdt. Ayub Abner | Juli 14, 2007

Metode Yang Dimutlakkan

Mengamati akan pelayanan gereja, maka ada beberapa hamba Tuhan dalam meningkatkan pelayanannya seringkali memakai metode-metode (saya berpikir ini tidak masalah, bahkan sangat penting). Namun yang jadi masalah adalah metode-metode ini seringkali diyakini sebagai jalan satu-satunya jawaban atau solusi atas masalah, sehingga akhirnya banyak jemaat terindoktrinasi bahwa tanpa metode ini maka tidak ada jawaban atau solusi dari sebuah masalah. Dengan demikian jemaat tidak lagi dibawa untuk meyakini bahwa Yesus Kristus adalah jawaban satu-satunya atas masalah kita, tetapi jemaat dibawa pada satu pemahaman yang berindikasikan Yesus harus ditambah dengan metode tersebut baru terjadi jawaban terhadap masalah, pergumulan dll.

Apabila ditelusuri dalam Perjanjian Baru maka pemahaman inipun ada pada seorang pegawai istana (Yohanes 4:46-54). Dimana pemahaman ini terlihat ketika anaknya sakit hampir mati. Sehingga setelah ia mendengar tentang Tuhan Yesus, ia datang dan meminta agar Yesus datang ke rumahnya untuk menyembuhkan anaknya yang sakit. Mengapa pegawai istana ini meminta Yesus harus datang ke rumahnya? karena adanya satu metode yang tersimpan dalam otak orang-orang pada zaman itu dan metode ini tidak asing lagi bagi mereka di mana; Adanya sentuhan fisik (transfer kekuatan) yang harus dilakukan antara si pasien dan yang si penyembuh yang menghasilkan kesembuhan. Dengan demikian maka pegawai istana ini datang kepada Yesus dengan bekal metode ini tetapi apa yang terjadi, Yesus tidak datang ke rumah pegawai istana ini, namun Yesus langsung mengatakan bahwa “pergilah anakmu hidupE(ay. 50).

Dari ucapan Tuhan Yesus ini maka kita dapat belajar beberapa hal:

  1. Janganlah membendung cara kerja Tuhan Yesus dalam menyelamatkan dan menyelesaikan suatu masalah dengan metode yang ada dalam kepala kita, karena kepala kita terlalu kecil untuk menampung maha besarnya cara kerja Allah.
  2. Janganlah berpegang kepada sebuah pengalaman tetapi berpeganglah sungguh-sungguh kepada firman Tuhan. Pengalaman setiap manusia berbeda-beda sedangkan firman Allah berlaku mutlak pada semua manusia.
  3. Sebagai seorang hamba Tuhan (pendeta/gembala, penginjil, dll) janganlah mengajarkan kepada jemaatmu bahwa Yesus harus ditambah metodemu baru bisa ada jawaban terhadap masalah jemaat. Sebab Yesus tanpa metodemu Ia dapat melakukan segala sesuatu.
  4. Sebagai jemaat Tuhan janganlah hanya melihat sebatas metode yang dipakai oleh pendetamu, pada saat engkau dijamah oleh Allah dan engkau keluar dari masalahmu, tetapi yakinlah bahwa Yesus jawaban satu-satunya tanpa bersandar pada metode manusia.

Ayub Abner M. Mbuilima


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: