( Kejadian 4:1-12)
Berbicara tentang relasi, maka banyak orang hanya memahami relasi dalam dua arah yaitu relasi dengan Tuhan dan relasi dengan sesama. Namun dalam bagian firman Tuhan ini, secara khusus dalam menyoroti keberadaan Kain, kita dapat memahami beberapa arah relasi yang tidak hanya dibatasi oleh kedua relasi di atas. Dimana penulis ingin membuktikan betapa pentingnya relasi dengan Tuhan yang berakibat kepada relasi dengan yang lain.
Konteks dari Teks yang kita baca mengkisahkan tentang Kain dan Habel yang mempersembahkan korban kepada Allah, namun kenyataannya persembahan Habel diterima oleh Allah sedangkan persembahan Kain tidak diterima oleh Allah. Alasan persembahan Habel diterima dan Kain ditolak yaitu Masalah Iman sebagaimana yang dipaparlkan dalam Ibrani 11:4 menjelaskan bahwa Karena Iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik daripada korban Kain…mengapa iman harus menjadi alasan sebuah persembahan diterima ? Paulus dalam surat Roma 14:23 menjelaskan bahwa …segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.
Dengan adanya persembahan Kain tidak diterima oleh Allah maka, ini menandakan hubungan antara Kain kepada Tuhan tidak baik. Akibat dari hubungan antara kain kepada Tuhan tidak baik, maka kita akan melihat bahwa akan berakibat kepada hubungan yang lain:
Pertama; Hubungan dengan diri sendiri (ay.6-7). Dalam ayat ini dilukiskan tentang keadaan Kain ketika pesembahannya tidak diterima oleh Allah yaitu hatinya panas dan mukanya muram. Hati yang panas menandakan bahwa tidak ada damai sejahtera dalam hati orang tersebut dan muka muram menandakan bahwa tidak ada sukacita dalam kehidupan orang tersebut. Padahal damai sejahtera dan sukacita merupakan kebutuhan yang penting dalam kehidupan seseorang yang membuat ia bersemangat dan bergairah dalam menjalani hari-hari hidupnya. Orang yang memiliki kondisi hati dan muka seperti ini adalah orang yang dapat disamakan dengan bom waktu yang siap meletus sewaktu-waktu apabila disentuh. Mengapa demikian sebab keberadaan orang-orang sseperti ini sangat sensitive untuk melampiaskan kegeramannya dalam hatinya yang panas dan mukanya yang muram. Maka tidak heran dalam pekerjaan, rumah tangga dll, seringkali kita menemukan orang-orang tertentu “tidak ada hujan atau tidak ada angin” tiba-tiba ngomel-ngomel, marah-marah bahkan menjadi trouble maker. Penyebabnya karena relasinya dengan Tuhan tidak beres. Maka bagi kita yang memiliki relasi yang baik dengan Tuhan, janganlah kita terpengaruh dengan suasana yang ada dan akhirnya terjerumus ke dalamnya, namun sebaliknya kita berdoa kepada Tuhan agar Tuhan merubah teman atau patner kita sehingga dapat menjadi patner yang baik dan kitapun harus berdoa agar Tuhan terus memberikan kesabaran bagi kita dalam menghadapi suasana tersebut. Bersambung……………